dear
bunda ku terkasih,,
bunda,,
maafkan anakmu lagi2 menorehkan luka dihatimu
maaf,,.karena
slalu membuatmu cemas
maaf
belum bisa mnjadi apa yg engkau impikan..
maaf
karena ego, khilaf n sikap anakmu ini, engkau mrasakan hal yg trulang lagi..
bunda,,
anakmu ini sadar..
belum
ada setetes chaya yg dapat menyadarkan,,
yg
dapat menguatkan anakmu ini bahwa dunia ini mengerikan..
benar..
dunia
ini terkadang begitu kejam
setelah
engkau dinaikan tiba2 dijtuhkan tanpa isyarat..
bunda,,
jika
anakmu ini perlahan berdiri, percayakah engkauakhir kisahnya akn berbeda??
bunda,,
entah
waktu yg nanti kan mengizinkan
atau
keadaan yg akn berpaling,,
tahukah
drimu,, anakmu ini takkan menyesal...
bunda,,
hidup ini memang serakah...
tapi
dalam duka itu,, setidaknya ada sedetik kebahagiaan
kebahagiaan
yg rela ditukarkan dengan berjuta waktu kepedihan..
bunda,,
percayalah ini bukan akhir kisahnya...
maukah
dirimu sdkit bersabar lagi bunda??hingga anakmu melihat,, bentangan mimpi itu
tetap ada....
maaf
bunda....